Hari itu Sabtu 30 september (bulan itu bertepatan dengan Ramadhan), kehamilan keduaku memasuki usia 29 minggu, tak sabar aku ingin melihat wajah cantik (karena diperkirakan perempuan melalui USG) calon putriku melalui USG 3 dimensi, tapi sayang, walaupun dokter mengusahakan untuk dapat memperlihatkan hasil terbaik tetap saja kedua tangannya menutupi wajahnya, ada sedikit rasa kecewa tapi kufikir nanti pun aku bisa melihatnya setelah dia lahir yang diperkirakan tanggal 10 december 2007. Yang membuat aku sedih adalah pada saat dr. Sanny mengatakan bahwa anak ku terlilit tali pusat 2 lilitan, naluriku sebagai seorang ibu membuat aku berfikir bahwa something happen with my baby…hari berlalu dengan kecemasan yang kurasakan, setelah satu minggu aku merasakan hal yang aneh pada diriku, aku merasakan bahwa janinku jarang bergerak dan kalaupun bergerak hanya gerakan yang lemah yang kurasakan, aku disarankan untuk melakukan CTG, jum’at tgl 5 october 2007 pukul 8 malam CTG dilakukan di RS Meilia, hasil CTG mengatakan semuanya dalam kondisi baik, tapi entah kenapa jam 3 pagi keesokannya aku merasakan kontraksi yang luar biasa, pada saat itu juga aku dilarikan ke rumah sakit melia untuk diberi bricasma yang berfungsi untuk menghentikan kontraksi, tapi ternyata jantungku menjadi berlebih detaknya karena pemberian bricasma.
aku memutuskan untuk pindah ke RS Hermina jatinegara, dengan pertimbangan pelayanan disana lebih baik, dan lebih banyak dokter yang kukenal disana, aku diobservasi, kontraksi ku berhenti setelah dokter memberikan duvadilan dan adalat, satu hari kulewati dengan tenang. Keesokan harinya hari minggu tanggal 7 october 2007, aku kembali mengalami kontraksi yang hebat, begitupun hari senin, aku mengalami kontraksi yang terus menerus, bahkan hari itu kontraksiku disertai dengan bloody show (perdarahan menjelang persalinan), aku kembali masuk ke ruang observasi dan ternyata sudah pembukaan 2, suamiku terus memberikan aku support untuk bisa mempertahankan janin ku agar tidak keluar dalam umur masih relatif muda 30 mg , tapi aku hanya bisa berpasrah, apapun yang terjadi Allah telah berkehendak buat hidupku, berulang – ulang aku menyebut hasbunallah wa ni’mal wakil……..cukup Allah pelindungku, tolong beri anugrahmu di bulan yang suci ini. dokter memberiku infus duvadilan bukan lagi lagi oral, kontraksi berhenti dan aku kembali ke ruang perawatan. lewat tengah malam kontraksi kembali kurasakan bahkan hampir setiap 5 menit aku merasakan sakit yang luar biasa, seperti ada satu kekuatan dalam diriku aku menelepon dr sanny, aku bilang, dok….aku mau bayiku dilahirkan sekarang, dengan SC, aku sudah gak tahan dok…..jam 5 pagi hari selasa tanggal 9 october aku kembali masuk ruang observasi, suami dan dokter menyarankan untuk aku dilahirkan normal karena sudah pembukaan 4 katanya, tapi aku bersikeras untuk bisa melahirkan secara SC, akhirnya aku direncanakan untuk lahir Secara sectio cecaria, betapa terkejutnya dokter pada waktu itu, karena pada saat masuk ruang operasi pembukaan bertambah lebar menjadi pembukaan 6, akhirnya anakku dilahirkan pada jam 6.45 dengan diagnosa Solutio placenta…diagnosa yang sebelumnya tidak pernah terdeteksi dengan USG canggih sekalipun, dokter pun tidak menyangka sama sekali, hanya saja dokter yudi bilang….jangan abaikah feeling seorang ibu…., Subhanallah, bagaimana kalau aku mengikuti saran dokter dan suamiku untuk dilahirkan normal, dengan diagnosa solutio plasenta saja kita harus berpacu dengan waktu, makin cepat dilahirkan maka kemungkinan janin hidup lebih besar, janinku pun sudah dalam keadaan gawat janin, dia harus berjuang di ruang NICU selama 2 hari, dan kemudian masuk ruang perinatologi selama 1 bulan untuk sampai bisa hidup survive di luar…..tak habis rasa syukur yang kupanjatkan karena Allah masih memberiku kesempatan untuk menerima amanatnya. Alhamdulillah ya Allah, dia ku beri nama Nasywa Adya Ramahani yang artinya kebahagiaan yang bertambah di bulan ramadhan, semoga engkau terus berkembang dengan normal dan baik, tumbuh munjadi anak yang soleha, cerdas dan sehat, amiin ya rabbal ‘alamiin
Selamat ya bu atas kelahiran anaknya…
Semoga di kelak hari nanti,anak ibu menjadi anak yang baik dan berbakti pd ortu..
Nasywa Adya Ramahani
Namanya bagus…
makasih ya….boleh kenal siapa ini? gimana kalau gabung di fs ku, email ku dr.eyya@gmail.com
SEmoga ALLAH menjadikan nasywa sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan menjadi abdi ALLAH.amin
Subhanallah, semoga menjadi anak yang sholehah…
kapan-kapan mungkin bisa ditampilkan foto NASYWA…
kisahnya hampir sama dg yg ku alami waktu buka 4 bayiku masih nyungsang, tapi selang 2 jam setengah, anakku lahir normal kepalanya dulu yg keluar. subhanallah…………….
anda ibu yang hebat
wabiayyi alaa irobbikuma tukadzibaan…
semoga menjadi anak yang cinta kepada orang tua dan cinta kepada sang khaliq….
karena kebesaranNya amanah itu telah engkau dapatkan dengan segala kerahasiaanNya…
semoga menjadi hamba yang banyak bersyukur….